Buaya Siam (Crocodylus siamensis) adalah sejenis buaya anggota suku Crocodylidae. Buaya ini secara alami menyebar di Indonesia (Jawa dan Kalimantan Timur), Malaysia (Sabah dan Serawak), Laos, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.
Disebut buaya Siam karena spesimen tipe jenis ini yang dideskripsi dan
dijadikan rujukan berasal dari Siam (nama lama Thailand). Buaya ini
sekarang terancam kepunahan di wilayah-wilayah sebarannya, dan bahkan
banyak yang telah punah secara lokal.
Buaya ini relatif kecil ukurannya, dengan panjang total maksimal mencapai 4 m;
akan tetapi yang umum panjang buaya ini hanya sekitar 2–3 m. Terdapat
gigir yang memanjang, nampak jelas di antara kedua matanya, keping
tabular di kepala menaik dan menonjol di bagian belakangnya. Sisik-sisik
besar di belakang kepala (post-occipital scutes) 2–4 buah. Terdapat sejumlah sisik-sisik kecil di belakang dubur, di bawah pangkal ekor. Sisik-sisik besar di punggung (dorsal scutes)
tersusun dalam 6 lajur dan 16–17 baris sampai ke belakang. Sisik perut
tersusun dalam 29–33 (rata-rata 31) baris. Warna punggung kebanyakan
hijau tua kecoklatan, dengan belang ekor yang pada umumnya tidak utuh.
Blog ini dibuat untuk memperluas informasi tentang fauna-fauna yang ada di muka bumi ini, kita tahu banyak fauna-fauna di bumi ini yang begitu indah, eksotis hingga unik. Tetapi karna ulah segelintir manusia tidak bertanggung jawab menjadikan fauna-fauna tersebut satu-persatu punah. Maka dari itu kita sebagai makhluk hidup yang paling sempurna mari menjaga keseimbangan alam dibumi ini.
Selasa, 03 April 2012
Minggu, 01 April 2012
Kiwi, Simbol Negara Selandia Baru
Kiwi adalah spesies lain dari burung tidak dapat terbang
yang endemik di Selandia Baru dari genus Apteryx (satu-satunya genus dalam
famili Apterygidae). Dalam ukurannya yang seperti ayam domestik, kiwi adalah
ratite hidup yang paing kecil. Seluruh spesies kiwi adalah spesies terancam.
Kiwi juga merupakan simbol nasional Selandia Baru.
Burung kiwi dinobatkan sebagai ikon negara selandia baru
karena beberapa hal berikut:
Dugong, Spesiesnya Terancam Punah
Duyung, ikan duyung atau dugong (Dugong dugon) merupakan
sejenis hewan laut yang merupakan salah satu daripada empat spesies Sirenia
atau lembu laut yang masih bertahan hidup selain manatee, ikan duyung bukanlah
termasuk ke dalam bangsa ikan. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakili
keluarga Dugongidae. Ia juga merupakan satu-satunya sirenia yang bisa ditemukan
di kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik,
walaupun kebanyakan duyung tinggal di perairan utara Australia. Duyung atau
dugong adalah satu-satunya mamalia lautherbivora atau maun (pemakan dedaunan),
dan semua spesies sapi laut hidup pada perairan segar dengan suhu air tertentu.
Olm, Amfibi Buta Yang Dilindungi
Olm, atau proteus (Proteus anguinus), adalah amfibi buta
endemik perairan bawah tanah gua dari karst Dinaric dari Eropa selatan. Ia
hidup di perairan yang mengalirbawah tanah melalui wilayah batu kapur yang luas
termasuk perairan Soca DAS dekat Trieste di Italia, melalui Slovenia selatan,
barat daya Kroasia, dan Herzegovina.
Olm adalah satu-satunya spesies dalam genus Proteus nya,
satu-satunya spesies Eropa dari Proteidae keluarga, dan secara eksklusif hanya
Eropa gua tinggal chordate. Hal ini juga kadang-kadang disebut "ikan
manusia" oleh penduduk setempat karena warnakulitnya, mirip dengan orang
kulit putih (diterjemahkan secara harfiah dari Slovenia:človeška Ribica dan
Kroasia: čovječja Ribica), serta "gua salamander" atau
"putihsalamander . "Di Slovenia itu juga dikenal dengan nama močeril,
yang diterjemahkansebagai "salah satu yang liang ke basah."
Langganan:
Postingan (Atom)



