Tampilkan postingan dengan label Amphibia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amphibia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Olm, Amfibi Buta Yang Dilindungi


Olm, atau proteus (Proteus anguinus), adalah amfibi buta endemik perairan bawah tanah gua dari karst Dinaric dari Eropa selatan. Ia hidup di perairan yang mengalirbawah tanah melalui wilayah batu kapur yang luas termasuk perairan Soca DAS dekat Trieste di Italia, melalui Slovenia selatan, barat daya Kroasia, dan Herzegovina.
Olm adalah satu-satunya spesies dalam genus Proteus nya, satu-satunya spesies Eropa dari Proteidae keluarga, dan secara eksklusif hanya Eropa gua tinggal chordate. Hal ini juga kadang-kadang disebut "ikan manusia" oleh penduduk setempat karena warnakulitnya, mirip dengan orang kulit putih (diterjemahkan secara harfiah dari Slovenia:človeška Ribica dan Kroasia: čovječja Ribica), serta "gua salamander" atau "putihsalamander . "Di Slovenia itu juga dikenal dengan nama močeril, yang diterjemahkansebagai "salah satu yang liang ke basah."

Kamis, 22 Maret 2012

Katak Kepala Pipih, Satu-satunya Katak Tanpa Paru-pau

Katak kepala-pipih kalimantan (Barbourula kalimantanensis) adalah sejenis kodok dari suku Bombinatoridae. Katak yang langka ini merupakan satu-satunya jenis katak di dunia yang diketahui tidak memiliki paru-paru; meskipun ketiadaan paru-paru ini juga ditemui pada beberapa jenis amfibi lainnya seperti pada salamander dan juga sejenis sesilia.

Katak ini pertama kali dideskripsi pada tahun 1978 oleh Djoko T. Iskandar, seorang pakar herpetofauna dari ITB. Spesimen yang hanya satu-satunya ini ketika itu diperoleh dari sekitar Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat. Meskipun berbagai upaya pencarian telah dilakukan, spesimen yang kedua baru dapat dikoleksi dari tempat yang berdekatan pada tahun 1995.

Kongkang Racun

Kongkang racun adalah nama sejenis kodok dari suku Ranidae. Nama ilmiahnya adalah Rana hosii Boulenger, 1891. Orang Sunda (Jawa Barat) menyebutnya kolé héjo. Sedangkan namanya dalam bahasa Inggris adalah poisonous rock-frog. Diberi nama demikian karena kulitnya mengandung kelenjar racun yang mampu membunuh hewan-hewan kecil. Sementara nama ilmiahnya diberikan untuk mengenang Charles Hose, seorang naturalis dari Inggris (Iskandar, 1998).

Kodok Bangkong Tuli

Bangkong tuli adalah nama sejenis kodok yang pendek gempal, penghuni sungai-sungai kecil. Di Jawa Barat kadang-kadang disebut bancet hutan atau bangkong surat (Sd.). Nama ilmiahnya adalah Limnonectes kuhlii dan dalam bahasa Inggris disebut Kuhl’s Creek Frog, untuk menghormati Heinrich Kuhl, seorang naturalis Belanda yang bekerja dan meninggal di Hindia Belanda pada awal abad-19.

Kodok yang gemuk berotot, panjang tubuh dari moncong ke anus (SVL, snout-to-vent length) sampai dengan 80 mm pada kodok jantan, dan sekitar 70 mm pada yang betina. Kepala lebar dengan pelipis berotot, tangan dan kaki pendek berotot. Timpanum (gendang telinga) tidak jelas atau tidak nampak. Jari kaki berselaput renang penuh hingga ke ujung, jari tangan tanpa selaput renang. Kulit di punggung (dorsal) sangat berkerut-merut, sebagian membentuk pola serupa bintang; paha, betis dan pantat sering dengan bintil-bintil yang agak besar. Lipatan supratimpanik terlihat jelas. Warna punggung bervariasi dari polos kecoklatan atau kehitaman, sampai berbercak-bercak kecoklatan atau kehitaman dengan belang-belang pada kaki.

Salamander, Vertebrata Unik

Salamander adalah nama umum bagi sekitar 550 spesies amfibi. Mereka secara umum dicirikan oleh penampilan mirip kadal, dengan tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor yang panjang. Semua fosil dan spesisnya yang telah punah dimasukkan ke dalam ordo Caudata, sedangkan spesiesnya yang masih ada digolongkan bersama ke dalam Urodela. Sebagian besar salamander memiliki empat jari pada kaki depan mereka dan lima jari pada kaki belakang mereka. Kulit mereka yang lembap menjadikan mereka lebih suka tinggal di habitat di atau dekat air, atau dalam tempat yang terlindung (misalnya tanah lembap), seringkali di lahan basah. Beberapa spesies Salamander sepenuhnya tinggal di air sepanjang hidup mereka, sebagian tinggal di air untuk sementara, dan sebagian lagi tinggal di darat ketika dewasa. Mereka makhluk vertebrata yang unik karena mereka dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang.

Sumber

Sesilia, Amfibia Amat Langka

Sesilia, Gymnophiona atau Apoda adalah ordo amfibia yang bertubuh serupa cacing besar atau ular. Hewan ini amat langka. Selain karena hanya ditemukan di daerah hutan-hutan yang masih baik, sesilia hidup di dalam tanah yang gembur, di dekat sungai atau rawa-rawa; sehingga jarang sekali didapati oleh manusia. Dalam bahasa Jawa mereka disebut ulo duwel.

Nama sesilia berasal dari bahasa Latin caecus = buta, merujuk pada matanya yang kecil atau tidak ada. Nama itu berasal dari nama taksonomis dari spesies pertaa yangdideskripsikan Carolus Linnaeus, yang diberi nama Caecilia tentaculata. Nama taksonomis ordo ini berasal dari bahasa Yunani γυμνος (gymnos, telanjang) dan οφις (ophis, ular), karena mulanya sesilia dianggap berkerabat dengan ular.

Jumat, 02 Maret 2012

Katak Paling Mematikan

Secara umum dikenal sebagai katak anak sumpit beracun, amfibi ini tidak butuh penyamaran di habitat aslinya di Amerika Tengah dan Selatan karena warna-warni mereka yang mencolok, cukup untuk membunuh predator dengan racun yang siap mengalir melalui pori-pori mereka.

Penduduk setempat yang menggunakan sumpit, mengoleksi ujung anak sumpit mereka pada kulit katak Phyllobates tembillis. Racun katak yang menyebabkan kekejangan otot dan gagal jantung ini, tetap potensial selama satu tahun. Diluar nama mereka  hanya 55 dari 135 jenis katak anak sumpit beracun yang diketahui, yang memiliki racun, dan hanya tiga jenis yang racunya di pakai melumuri ujung anak sumpit.